Remaja Stres di Kampung Pondok Seng, Sipispis, Sumut, Lagi-lagi Resahkan Warga karena Pencurian Sempak
beritanetwork-team.web.id – Pondok Seng.
Warga Kampung Pondok Seng, Dusun 2, Desa Marjanji, Kecamatan Sipispis, Sumatera Utara, kembali dibuat resah oleh aksi seorang anak bernama Syahrul Ramadhan, yang akrab disapa Sarol. Anak ini diduga mengalami stres berat, jarang mandi, dan memiliki kebiasaan mencuri, terutama pakaian dalam (sempak) perempuan.
Baru-baru ini, Sarol diketahui mencuri sempak milik warga berinisial S, yang sedang dijemur di belakang rumah. Korban dan warga sekitar sebelumnya sudah mencurigai gerak-gerik Sarol karena anak ini pernah viral dan diberitakan terkait perilaku mencurigainya. Kurang dari satu menit, dua potong sempak yang baru dicuci hilang, diduga untuk kepentingan pribadi Sarol sebagai bahan pemuas nafsu (col)*.
Beberapa menit kemudian, Sarol sempat menghilang. Korban sengaja menaruh pakaian yang belum dicuci, termasuk berbagai jenis sempak lain, di halaman, lalu masuk rumah sambil mengintip. Ternyata Sarol kembali muncul dan mengambil sempak yang belum dicuci tersebut. Korban pun berteriak, memicu tetangga keluar mengejar Sarol, namun anak ini berhasil melarikan diri sambil membawa semua sempak curiannya.
Kejadian ini membuat warga marah sekaligus heran. Keluarga korban bahkan melempari Sarol dengan batu, dan tetangga sempat mencoba menangkapnya atau melakukan upaya amuk massa, meski mereka sadar tindakan massa tidak bisa dijadikan dasar hukum. Suami korban sempat memperingatkan, “Awas kau ya, anak stres, ku pukulin kau,” karena khawatir terhadap keselamatan keluarga.
Selain mencuri sempak, Sarol juga diketahui melakukan berbagai tindak kriminal lain, termasuk mencuri sawit dari kebun PTPN, getah karet, membobol rumah dan kedai, menyopot seng rumah ibunya, serta mengambil ayam milik keluarganya sendiri. Semua hasil curiannya digunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk membeli narkotika jenis sabu. Perilaku Sarol juga meresahkan kampung-kampung lain di wilayah Sipispis.
Menurut warga, perilaku sosial Sarol bermasalah. “Yang mau bergaul sama dia itu hanya orang-orang heng, sementara orang waras biasanya tidak mau dekat-dekat,” ujar seorang warga. Warga menambahkan bahwa Sarol pernah terlihat bersama saudara sendiri berinisial A di suatu tempat, yang diduga mereka menggunakan sabu bersama, menambah kekhawatiran masyarakat akan pengaruh negatif terhadap remaja lain.
Beberapa warga menuturkan, Sarol kerap membuat lingkungan tidak nyaman karena perilaku buruknya berulang. Anak ini sudah dikenal suka mencuri, kotor, dan berperilaku tidak terkendali. Warga mengimbau masyarakat untuk mengusir Sarol jika terlihat dan menjaga barang berharga, terutama sempak dan pakaian lain, serta ternak dari kemungkinan dicuri.
Pihak kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan kasus ini. Warga berharap agar Sarol segera mendapatkan pendampingan psikologis dan penegakan hukum yang tepat, sehingga perilaku kriminalnya bisa dihentikan dan kejadian serupa tidak terulang, Masyarakat diingatkan untuk mengusir remaja ini kalau gerak geriknya nampak mencurigakan.

Posting Komentar