Kunjungan ke AS, Prabowo Bertemu Trump dan Bahas Kesepakatan Dagang Timbal Balik
beritanetwork-team.web.id – Amerika Serikat. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, Washington D.C., dalam rangka membahas rencana penandatanganan reciprocal trade agreement atau perjanjian dagang timbal balik antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari undangan resmi pemerintah Amerika Serikat yang disampaikan pada awal Februari 2026, setelah kedua negara menjalani serangkaian negosiasi intensif terkait perdagangan dan investasi. Prabowo tiba di Washington D.C. pada Minggu malam (15/2/2026) waktu setempat dan disambut oleh pejabat Departemen Luar Negeri AS.
Dalam pertemuan itu, Prabowo didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, serta Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Sementara dari pihak Amerika Serikat, Trump didampingi oleh Menteri Perdagangan AS dan Penasihat Keamanan Nasional.
“Indonesia dan Amerika Serikat sepakat untuk memperkuat hubungan ekonomi melalui skema perdagangan yang lebih adil dan seimbang. Kami ingin memastikan akses pasar terbuka bagi kedua belah pihak,” kata Airlangga Hartarto dalam keterangan pers di Washington D.C., Senin (16/2/2026).
Menurut Airlangga, pembahasan perjanjian ini sebenarnya telah dimulai sejak akhir 2025, ketika pemerintah AS menyampaikan keinginan meninjau ulang sejumlah tarif impor terhadap negara mitra dagang, termasuk Indonesia. AS menilai neraca perdagangan dengan beberapa negara masih belum seimbang dan perlu disesuaikan melalui perjanjian bilateral.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa Indonesia mengajukan sejumlah komoditas utama untuk mendapatkan fasilitas tarif, seperti tekstil, alas kaki, produk pertanian, serta hasil hilirisasi mineral.
“Kami menegosiasikan agar produk Indonesia bisa masuk ke pasar Amerika dengan tarif lebih rendah, sekaligus menjaga agar industri dalam negeri tetap terlindungi,” ujarnya.
Di sisi lain, Presiden Trump menyampaikan bahwa pemerintahannya mendorong perdagangan yang saling menguntungkan.
“Kami ingin perdagangan yang adil. Amerika terbuka, tetapi mitra dagang juga harus membuka pasar mereka,” kata Trump dalam pernyataan singkat di Gedung Putih.
Kronologi menuju pertemuan ini bermula dari pembicaraan informal antara delegasi ekonomi Indonesia dan pejabat perdagangan AS di Jakarta pada Desember 2025. Pembicaraan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pertemuan teknis di New York dan Washington pada Januari 2026, sebelum akhirnya difinalisasi dalam pertemuan tingkat kepala negara.
Pemerintah Indonesia menyatakan penandatanganan perjanjian masih menunggu penyelesaian draf akhir, namun ditargetkan dapat dilakukan dalam kunjungan ini atau dalam beberapa hari ke depan. Jika terealisasi, perjanjian ini akan menjadi salah satu kesepakatan dagang bilateral terbesar antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam satu dekade terakhir.
Tim Redaksi
(rd/ks/jk)
