Longsor Pasirlangu Cisarua, Kabupaten Bandung Barat: 44 Jenazah Teridentifikasi, Pencarian Korban Masih Berlanjut

Daftar Isi

Longsor Pasirlangu Cisarua, Kabupaten Bandung Barat: 44 Jenazah Teridentifikasi, Pencarian Korban Masih Berlanjut

 

 

beritanetwork-team.web.id – Bandung.

Operasi pencarian dan evakuasi korban bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Hingga hari kedelapan pascakejadian, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah berhasil mengidentifikasi 44 jenazah korban, sementara puluhan warga lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian.

 

Peristiwa longsor tersebut terjadi pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026, sekitar pukul 02.30 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Cisarua sejak Jumat malam menyebabkan kondisi tanah di kawasan perbukitan menjadi jenuh air dan tidak stabil. Lereng tanah kemudian runtuh secara tiba-tiba dan menimbun permukiman warga yang berada di bawahnya.

 

Material longsoran berupa tanah, batu, dan pepohonan menutup akses jalan desa serta mengubur puluhan rumah warga. Banyak korban tidak sempat menyelamatkan diri karena longsor terjadi saat sebagian besar warga sedang tertidur. Sejumlah warga yang selamat langsung melakukan upaya penyelamatan darurat sebelum tim SAR tiba di lokasi kejadian.

 

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyatakan bahwa hingga evaluasi terakhir, masih terdapat sekitar 20 orang yang dilaporkan hilang.

“Tim SAR gabungan masih melanjutkan operasi pencarian sesuai prosedur, dengan mempertimbangkan keselamatan personel karena kondisi tanah di lokasi masih labil,” ujar Syafii dalam keterangan pers di Cisarua, Jumat (30/1/2026).

 

Syafii menjelaskan bahwa sejak hari pertama operasi SAR, lebih dari 60 kantong jenazah telah berhasil dievakuasi dari berbagai sektor pencarian. Seluruh jenazah tersebut kemudian dibawa ke pos DVI Polri untuk dilakukan proses identifikasi secara ilmiah melalui metode sidik jari, pemeriksaan gigi, ciri medis, serta pencocokan data DNA dengan keluarga korban.

 

“Hingga saat ini, 44 jenazah telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” kata Syafii. Ia menegaskan bahwa proses identifikasi dilakukan secara teliti guna memastikan keakuratan data dan hak keluarga korban.

 

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menjelaskan bahwa pencarian dilakukan dengan membagi area terdampak ke dalam beberapa sektor dan worksite.

“Tim berhasil mengevakuasi beberapa jenazah dari sektor A dan B dalam kondisi tertimbun material longsor cukup dalam. Proses evakuasi membutuhkan alat berat dan dilakukan secara bertahap,” jelas Ade Dian.

 

Selain fokus pada pencarian korban, pemerintah daerah bersama BNPB dan instansi terkait juga menangani kebutuhan warga terdampak, termasuk pengungsian, logistik, dan pendampingan psikososial. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menetapkan status tanggap darurat bencana dan mengimbau warga yang tinggal di wilayah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras berlangsung dalam waktu lama.

 

 

 

Tim Redaksi

(rd/ks/jk)