Karyawan PT Freeport Indonesia Tewas Ditembak di Area Tambang Grasberg, Aparat Lakukan Penyelidikan
Daftar Isi
Korban diketahui bernama Simson Mulia (48), seorang karyawan yang bekerja di area operasional tambang Grasberg. Berdasarkan keterangan awal dari aparat keamanan, korban saat itu tengah menjalankan aktivitas kerja pagi dengan menggunakan kendaraan operasional bersama seorang rekan kerjanya menuju salah satu titik pekerjaan di kawasan tambang.
Menurut kronologi awal yang dihimpun dari aparat keamanan, insiden bermula ketika kendaraan operasional yang ditumpangi korban melintasi jalur tambang yang mengarah ke lokasi kerja. Saat kendaraan melaju di jalur tersebut, tiba-tiba terdengar suara tembakan dari arah sekitar area perbukitan yang berada di sekitar jalur operasional tambang.
Salah satu tembakan dilaporkan mengenai korban yang berada di dalam kendaraan tersebut. Rekan kerja korban yang mengemudikan kendaraan langsung menghentikan laju kendaraan setelah menyadari korban mengalami luka tembak. Dalam kondisi panik, ia segera berusaha membawa korban keluar dari lokasi dan menghubungi petugas keamanan serta tim medis perusahaan untuk mendapatkan pertolongan secepatnya.
Korban kemudian dievakuasi menuju fasilitas kesehatan yang berada di area operasional tambang milik PT Freeport Indonesia. Tim medis yang bertugas langsung melakukan penanganan darurat terhadap korban. Namun setelah dilakukan pemeriksaan medis, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak yang dideritanya.
Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz, Faizal Ramadhani, membenarkan terjadinya insiden penembakan tersebut dan menyatakan bahwa aparat keamanan langsung melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. “Kami menerima laporan mengenai penembakan yang menyebabkan satu orang karyawan meninggal dunia. Saat ini tim kami bersama aparat lainnya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif dari kejadian tersebut,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Sementara itu, Vice President Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Kathy J. Silalahi, menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya karyawan tersebut. “Kami sangat berduka atas kejadian ini. Perusahaan telah berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mendukung proses penyelidikan serta memastikan dukungan kepada keluarga korban,” kata Kathy dalam pernyataan resmi perusahaan.
Hingga kini aparat keamanan masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti di lokasi kejadian, memeriksa saksi-saksi, serta menelusuri kemungkinan pelaku penembakan. Aparat juga meningkatkan pengamanan di sekitar area tambang Grasberg di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, guna memastikan aktivitas operasional dan keselamatan para pekerja tetap terjaga setelah insiden penembakan yang menewaskan seorang karyawan tersebut.
