Pemerintah Siapkan 36.660 Armada Transportasi Nasional untuk Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran 2026
Pemerintah Indonesia mulai mempersiapkan puluhan ribu armada transportasi untuk menghadapi arus mudik menjelang perayaan Eid al-Fitr 2026. Kementerian Perhubungan mengumumkan pada Sabtu, 7 Maret 2026 di Jakarta bahwa pemerintah menyiapkan sekitar 36.660 kendaraan transportasi dari berbagai moda untuk melayani masyarakat yang akan pulang ke kampung halaman. Pengumuman tersebut disampaikan setelah pemerintah merilis hasil persiapan nasional transportasi mudik yang diproyeksikan akan mengalami lonjakan penumpang dalam beberapa minggu ke depan.
Persiapan ini dikoordinasikan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia bersama sejumlah operator transportasi nasional. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah telah melakukan perencanaan sejak awal tahun 2026 untuk memastikan ketersediaan sarana transportasi yang memadai bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik. Ia menjelaskan bahwa mobilitas masyarakat selama musim mudik merupakan salah satu pergerakan manusia terbesar setiap tahunnya di Indonesia.
Menurut Budi Karya Sumadi, kebijakan menyiapkan puluhan ribu armada transportasi tersebut bermula dari hasil evaluasi pemerintah terhadap arus mudik pada tahun-tahun sebelumnya yang menunjukkan lonjakan penumpang sangat tinggi dalam waktu singkat. Berdasarkan survei mobilitas nasional yang dilakukan kementerian, jumlah pemudik pada tahun 2026 diperkirakan mencapai lebih dari 100 juta orang. Kondisi itu mendorong pemerintah mempercepat kesiapan transportasi agar tidak terjadi kekurangan armada saat puncak arus mudik.
Ia menjelaskan bahwa armada yang disiapkan terdiri dari berbagai moda transportasi, mulai dari bus antar kota antar provinsi, kereta api, kapal laut, hingga pesawat terbang. Untuk sektor perkeretaapian, pemerintah bekerja sama dengan operator nasional PT Kereta Api Indonesia guna menambah kapasitas perjalanan di sejumlah jalur utama yang biasanya menjadi rute favorit pemudik, terutama di Pulau Jawa dan Sumatra.
Sementara itu untuk transportasi laut, pemerintah juga mengoptimalkan armada kapal penumpang yang dioperasikan oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia guna melayani rute-rute yang menghubungkan wilayah kepulauan. Langkah ini diambil karena banyak pemudik yang berasal dari daerah terpencil dan harus menggunakan transportasi laut untuk kembali ke kampung halaman mereka.
Selain menambah jumlah kendaraan, Kementerian Perhubungan juga melakukan pemeriksaan kelayakan operasional kendaraan atau ramp check terhadap bus, kereta, kapal, dan pesawat yang akan digunakan selama masa mudik. Pemeriksaan ini dilakukan secara bertahap di terminal, pelabuhan, bandara, dan depo kendaraan guna memastikan seluruh armada memenuhi standar keselamatan sebelum melayani penumpang.
Budi Karya Sumadi menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama pemerintah dalam penyelenggaraan transportasi mudik tahun ini. Ia mengatakan seluruh operator transportasi diminta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan dan mematuhi standar operasional yang telah ditetapkan pemerintah. Pemerintah juga berkoordinasi dengan aparat kepolisian serta pemerintah daerah untuk mengatur kelancaran lalu lintas selama periode arus mudik dan arus balik.
Dengan penyediaan sekitar 36.660 kendaraan transportasi tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan lebih aman dan tertib. Persiapan ini juga diharapkan mampu mengurangi kepadatan ekstrem di terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara yang biasanya terjadi menjelang Lebaran, sekaligus memastikan distribusi penumpang dapat berjalan lebih merata di seluruh jaringan transportasi nasional.
